Menjauhkan Diri dari Kejahatan

Perjuangan melawan hawa nafsu adalah pertempuran yg terbesar bagi seorang muslim. Mereka harus membatasi emosi dan keinginannya, yg mana yg dapat diterima dan yg mana yg dapat diterima. Ia harus melawan dorongan nafsu dalam jiwanya, seperti keegoisan, iri hati, sombong dan serakah.

Jiwa kita mempunyai kecenderungan untuk menyenangi hasrat dan keinginan yang sia-2. Mereka membisikan kepada kita bahwa kita akan merasa puasa ketika kita memperoleh harta lebih dan mendapatkan status yg lebih tinggi dalan masyarakat.

Walaupun demikian, semua kesenangan ini tidak pernah memuaskan orang-2 yg beriman dalam arti yg sebenarnya. Semakin banyak harta yg kita miliki, semakin besar keinginan untuk memiliki yg lebih banyak lagi. Dengan beragam cara, jiwa kita mengarahkan kita agar berbuat seperti halnya binatang buas yg tidak pernah merasa puas.

Jiwa kita akan merasa puas jika menyerahkan diri kita sepenuhnya hanya kepada Allah, tidak kepada hawa nafsu yg rendah. Kita diciptakan untuk menyembah Allah, “….. ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati kita menjadi tentr.” (QS. Ar-Ra’ad, 13:28). Tidak ada lagi yg dapat memberikN ketenangan dan kepuasan pada diri setiap muslim selain itu.

Itulah sebabnya, orang-2 yg beriman dengan sebenar-2nya memiliki kepuasan jiwa. Hal ini terjadi kerana mereka menjauhkan diri dari kejahatan, melawan nafsu jiw mereka dan membaktikan diri hanya kepada Allah.

Wallahu a’lam bisawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s