Gerakan Shalat untuk Kesehatan

Drs. H. Ali Saboe, seorang professor medis menjelaskan, apabila ditunjau dari segi kesehatan setiap gerakan, sikap, serta perubahan dalam gerak tubuh seseorang pada saat melaksanakan shalat merupakan suatu rangkaian dari butir-butir ritmis yang mengandung nilai kesehatan tiada terhingga. Oleh karena itu, setiap penyimpangan dari gerakan shalat akan mengubah fungsi dan manfaat yang ada, dan dalam syariat, hal itu dibenarkan.

Prof. Dr. Vanshreber mengatakan, gerakan shalat menurut agama Islam adalah suatu cara untuk memperoleh kesehatan dalam arti yang seluas-luasnya dan dapat dibuktikan secara ilmiah.

Sementara, Prof. Dr. Kohlrausch dan Prof. Dr. Leibe mengatakan, gerakan-gerakan shalat dapat mengurangi dan bahkan dapat mencegah penyakit jantung (Hembing Wijayakusuma: 120-121).

Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Drs. Madyo Wratsongko, MBA mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat saraf, megaktifkan system keringat, dan mengaktifkan system pernafasan tubuh. Selain itu, gerakan shalat juga dapat membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negative dari dalam tubuh, membiasakan pembuluh darah halus diotak mendapatkan tekanan tinggi, dan membuka pembuluh darah dibagian dalam tubuh (arteri jantung). Untuk itu mari lihat uraian satu persatu:
• Shalat dengan berdiri
Wajibnya shalat berdiri bagi yang mampu bukannya tanpa hikmah. Ternyata, berdiri dapat melatih keseimbangan tubuh dan konsentrasi pikiran.
• Takbirarul Ihram
Ketika takbir, kita mengangkat kedua tangan sejajar degan bahu. Takbir dilakukan ketika hendak rukuk dan ketika bangkit dari rukuk. Pada saat kita mengangkat tangan sejajar dengan bahu, otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat dilengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita sehingga keseimbangan tubuh terjaga.
• Rukuk
Rukuk dilakukan dengan tenang dan optimal dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai saraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas system keringat yang terdapat dipunggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran saraf, memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan saraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menatap ke tempat sujud.
• I’tidal
Saat berdiri dari rukuk dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga system saraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah terjadinya pingsan secara tiba-tiba.
• Sujud
Apabila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen menuju otak atau kepala, termasuk mata, telinga, leher, pundak dan hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembulu darah pada jantung sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisir.
• Duduk antara dua sujud
Cara duduk diantara dua sujud dapat menyimbangkan system elektrik serta saraf kesimbangan tubuh kita. Selain itu, gerakan ini dapat menjaga kelenturan saraf dibagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Kelenturan saraf ini dapat mencegah penyakit diabetes, sulit buang air kecil, prostate dan hernia.
• Duduk Tasyahud Awal
Pada saat duduk tasyahud awal, lipatan pada dan betis bertemu. Gerakan ini dapat mengakitifkan kelenjer keringat sehingga dapat mencegah pengapuran dan mengoptimalkan kaki sebagai penopang tubuh kita.
• Duduk Tasyahud Akhir
Gerakan ini lebih baik dari gerakan bersila. Berguna untuk membongkar pengapuran pada cekungan kaki kiri agar saraf keseimbangan yang berhubungan dengan saraf kiri agar saraf keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata akan terjaga dengan baik sehingga konsentrasi akan meningkat dan terjaga.
• Salam
Gerakan ini dapat menarik urat leher yang bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Pada leher terdapat banyak urat saraf yang sangat penting untuk dijaga, seperti urat saraf paru-paru dan jantung. Sebab, kalau kering dapat menyebabkan kematian.

Subhanallah, Allah Maha hikmah, segala yang dititihkan-Nya memberikan manfaat yang luar biasa bagi hamba yang mengindahkannya. Semakin banyak rakaat yang dikerjakan, semakin banyak hikmah yang diperoleh dari gerakan-gerakan tersebut, baik untuk olahraga ataupun olah fisik.

Wallahu a’lam bishshawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s