Ramadhan yang penuh berkah

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segenap pengurus mengucapkan “Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1429H, jadikan puasa tahun ini untuk menempa kepribadian yang tangguh dalam beribadah kepada Allah SWT”.

Saudaraku yang dirahmati Allah.

Ramadhan adalah suatu bulan dimana didalamnya penuh dengan pengampunan dan maghfirah dari Allah SWT. Betapa banyak maksiat dan dosa yang mungkin pernah kita kerjakan. Betapa banyak kezoliman yang mungkin pula pernah kita lakukan. Maka, Ramadhan inilah kesempatan bagi kita untuk membakar semua dosa-dosa.

Saudaraku yang dirahmati Allah.

Kita tidak tahu, apakah Ramadhan kali ini adalah merupakan Ramadhan terakhir yang dapat kita temui. Atau masih adakah kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan ditahun depan? Wallahu a’lam. Tiada seorangpun yang dapat menjawabnya. Inilah ketentuan Allah. Kalau ketentuan dari Allah tersebut ini adalah merupakan Ramadhan terakhir bagi kita, sementara kita belum juga memanfaatkan bulan yang penuh maghfirah ini dengan sebaik-baiknya, alangkah meruginya kita. Apa yang dapat kita bawakan sebagai bekal dalam menemui Sang Pencipta. Amalan apakah yang dapat kita tunjukakan kepada-Nya sehingga kita merasa nyaman saat berjumpa dengan-Nya. Sungguh sangat menyesallah orang-orang yang seperti ini. Kalau kita mau memperhatikan, sesungguhnya betapa kasih sayangnya Allah kepada kita. Karena, betapapun banyak kesalahan yang pernah kita lakukan, masih saja ada jalan dan kesempatan buat kita untuk membakar semua dosa-dosa dengan mendatangkan Ramadhan kepada hamba-Nya. Seandainya saja Ramadhan itu tak pernah ada, adakah lagi harapan bagi kita untuk terbebas dari belenggu dosa?

Saudaraku.

Mari, mari kita manfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan memperbanyak amalan-amalan sholeh dan meningkatkan lagi ibadah kita kepada Allah. Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Sekiranya ummatku mengetahui keutamaan bulan Ramadhan ini, tentu mereka akan memohon kepada Allah agar sepanjang tahunnya dipenuhi dengan bulan Ramadhan.”

Dalam hadist lain dari Salman r.a. meriwayatkan : Pada hari terakhir bulan Sya’ban Rasulullah SAW berkhutbah kepada kami : “Wahai manusia, kini telah dekat kepadamu satu bulan yang agung, bulan yang penuh dengan berkah, yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik nilainya dari seribu bulan. Inilah bulan yang Allah tetapkan untuk berpuasa disiang harinya sebagai fardhu dan sholat tarawih dimalam harinya sebagai amalan sunnah. Maka, barang siapa yang ingin mendekatkan dirinya kepada Allah dibulan ini dengan suatu amalan sunnat, maka pahalanya seolah-olah dia melakukan amalan fardhu pada bulan-bulan yang lain. Dan barang siapa yang melaksanakan amalan fardhu pada bulan ini, maka dia akan dibalas dengan pahala seolah-olah telah melakukan 70 amalan fardhu pada bulan lainnya. Inilah bulan yang penuh kesabaran dan ganjaran bagi orang-orang yang sabar adalah syurga… “ (Hadist riwayat Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya).

Betapa banyak saudara-saudara kita yang pada tahun yang lalu kita masih bersama dan menyaksikan kondisinya masih segar dan bugar, sehat dan perkasa. Namun, Ramadhan kali ini kita tidak melihatnya lagi bersama kita, karena telah dipanggil untuk menghadap kepada Sang Pencipta. Sekiranya hal ini berlaku bagi kita, sehingga kita tidak dapat lagi bertemu dengan Ramadhan pada tahun depan maka, sudahkah kita memanfaatkan bulan yang penuh maghfirah ini dengan sebaik-baiknya? Sudah cukupkah persiapan sebagai bekal dalam menghadap-Nya? Tidak inginkah kita mendapatkan kasih sayang dari-Nya? Atau sebaliknya, sanggupkah kita menanggung betapa azabnya neraka? Semua berpulang kepada kita.

Saudaraku, kaum Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah.

Didalam bulan Ramadhan, terdapat satu malam yang disebut dengan malam lailatul qadar, dimana pada malam itu jika kita mendapatkannya adalah sama nilainya kalau kita beribadah selama 80 tahun secara terus menerus. Kalau sudah begini, kurang kasih sayang bagaimana lagi Allah kepada kita. Saudaraku, pada masa ini umur tertinggi manusia umumnya hanya berkisar antara 60 sampai 70 tahun. Setelah itu lenyaplah dia dari peredaran kehidupan dunia ini. Seandainya umur kita ditetapkan oleh Allah SWT tutup usia dalam 60 tahun, berarti ada 20 tahun lagi kelebihan nilai ibadah buat kita hanya karena kita mendapatkan satu malam lailatul qadar. Masya Allah! Pintu syurgapun terbuka lebar, para malaikatpun tersenyum bangga menyambut kedatangan hamba Allah yang beruntung ini. Tiada suatu kebahagiaan tertinggi kecuali maghfirah dan ridho Allah sehingga kita ditempatkan pada tempat yang sebaik-baiknya dan berkumpul bersama orang-orang yang sholeh Syurga Jannatunna’im.

Saudaraku.

Sekali lagi saya mengajak kepada kita semua, terutama diri saya sendiri. Marilah kita memanfaatkan fasilitas yang diberikan Allah ini dengan sebaik-baiknya sehingga kita tidak menyesal saat bertemu dengan-Nya kelak dikemudian hari.

Akhirul kalam, kepada Allah saya mohon ampun. Mohon maaf atas segala kesalahan. Billahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

One thought on “Ramadhan yang penuh berkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s