Memaknai HUT Kemerdekaan RI

Merdeka … Merdekaa !!! Merdekaaaaaa !!!

Tanggal 17 Agustus 2008, Indonesia berulang tahun ke-63. Secara kasat mata, peringatan HUT kemerdekaan tahun ini berlangsung sederhana. Terlihat, hampir diseluruh pelosok kota Batam (lingkup kecil saja) semarak merah putih tenggelam oleh banyaknya bendera-bendera partai politik.

Mau dibilang apa. Mungkin pesta demokrasi yang notabene kepentingan pribadi, kelompok atau partai, memang lebih penting ketimbang pesta kemerdekaan yang milik bangsa Indonesia. Dengan kata lain, pesta kemerdekaan tidak memberikanpengaruh apa-apa ketimbang hasil pesta demokrasi yang akan berlangsung tahun 2009 nanti.

Kesederhanaan HUT kemerdekaan RI tahun ini, selain tenggelam oleh suasana menjelang Pemilu 2009, bisa juga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian Negara maupun rakyat saat ini. Pemangkasan-pemangkasan dan penghematan anggaran membuat pemerintah tidak mampu membiayai peringatan kemerdekaan secara meriah. Sementara rakyat, kini lebih berpikir mengatasi kebutuhan hidup ketimbang melakukan kegiatan yang hanya bersifat seremonial.

Sebenarnya sederhana atau meriah sebuah acara peringatan HUT Kemerdekaan, bukan hal yang penting. Pasalnya, peringatan HUT Kemerdekaan ini lebih pada memaknai kemerdekaan dimana HUT Kemerdekaan merupakan moment bagi bangsa Indonesia untuk kembali menyadari kalau Kemerdekaan RI diperoleh dengan pengorbanaan para pejuang.

Kemerdekaan diproklamirkan bukan untuk kepentingan sebuah acara semata, tetapi untuk mulai hingga saat ini telah berusia 63 tahun. Jika dijaman penjajahan pribumi indentik dengan kebodohan dan kemiskinan, tentu kemerdekaan merupakan kesempatan untuk menghapuskan kebodohan dan kemiskinan.

Artinya apa, di HUT ke 63 Indonesia ini, pemerintah dan bangsa ini harus melakukan intropeksi diri ‘apakah kemiskinan dan kebodohan tersebut sudah berhasil dihapuskan atau tidak. Jika kemiskinan dan kebodohan belum dapat dihapuskan, hal itu sama artinya bangs Indonesia belum mampu mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya dan masih dalam cengkraman penjajahan yang sebenarnya.

Moment HUT Kemerdekaan ini, juga sangat penting untuk kembali melihat bangsa Indonesia dalam satu kesatuan sebagaimana dimaksud dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika atau berbeda-beda tetapi tetap satu. Hal ini sangat penting melihat adanya kelompok-kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI dan ada pihak-pihak yang terus berusaha memaksakan sesuai dengan kehendak kelompoknya sendiri.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, masih banyak terjadi praktek-praktek nepotisme, sukuisme, alumnisme, agamaisme dan sebagainya yang bertujuan mementingkan diri atau kelompok sendiri, meski harus menindas dan menekanorang atau kelompok lain.

Artinya pada HUT Kemerdekaan ini bangsa Indonesia harus melakukan instropeksi diri dalam perspektif sebuah bangsa, yang memikirkan masa depan rakyat Indonesia sebagai satu kesatuan.

Sumber: Tribun Corner, August 18th, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s