Hikmah Dermawan

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa bersedekah dengan seharga kurma dari hasil yang baik (dan Allah tidak menerima sesuatu kecuali yang baik), sesungguhnya Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian Allah akan mengembangkannya sampai sebesar gunung sebagaimana salah seorang diantara kalian memelihara seekor anak kuda.” (HR. Muslim)

Bersedekah itu tidak harus menunggu kaya terlebih dahulu. Seberapapun harta yang kita miliki mestinya ada sebagian yang kita sedekahkan kepada orang lain.

Ketika Rasulullah SAW melihat Bilal mempunyai simpanan makanan, seketikaitu juga beliau bersabda kepada Bilal, ” Hai Bilal, sedekahlah. Jangan sekali-kali kamu takut bahwa zat yang bersemayam di Arsy akan melakukan pengurangan.” (HR. Thabrani).

Dengan meyakini bahwa harta yang kita miliki pada hakikatnya bukan milik kita, maka akan membuat kita ringan saat mengeluarkan dan membelanjakannya dijalan yang diridhai Allah. Orang yang rajin mendermakan hartanya dijalan Allah ia tidak akan menjadi miskin,sekalipun secara lahir hartanya berkurang, akan tetapi dibalik itu semua Allah akan membukakan banyak pintu rezeki baginya dari arah yang tidak disangka-sangka, bahkan diakhirat kelak Allah akan melipatgandakan pahalanya hingga tidak terkira.

Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda: “Harta tidak akan berkurang dengan disedekahkan.” Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadist ini mengandung dua pengertian. Pertama, sedekah itu diberkahi (didunia) dan karenanya ia terhindar dari kemudharatan. Kedua, pahalanya tidak akan berkurang diakhirat, bahkan dilipatgandakan hingga kelipatan yang banyak.

Sahabat Rasulullah SAW, Ustman bin Affan, seorang sehabat mulia, yang terkenal sangat pemurah. Ia pernah memberikan seluruh barang yang dibawa kafilah dagangannya yang baru datang dari Syam untuk fakir miskin Madinah. Padahal, saat itu banyak sekali pedagang yang menawarkan keuntungan berlipat dari biasanya. Tapi, Utsman memilih tawaran yang paling menggiurkan, ridha Allah.

Semua orang pasti ingin hidup berkecukupan atau bahkan kaya. Namun, banyak yang keliru, ia mengira bahwa perbuatan kikir akan mengantarkannya menjadi seorang kaya raya. Padahal, itu logika setan saja. “Setan menjajikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat keji (kikir). Sedangkan Allah menjajikan ampunan dan karuania-Nya kepada kalian. Dan Allah mahaluas (karunai-Nya) lagi maha mengetahui.” (QS: Al-Baqarah (2):268).

Dikutip oleh: mjh dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s