Taati Suamimu! Syurga untukmu

Penulis : Abu Khalid Resa Gunarsa Lc

Dalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalnya.

Tanggungjawab suami yang tidak ringan diatas diimbangi dengan ketaatan seorang istri pada suaminya. Kewajiban seorang istri dalam urusan suaminya setahap setelah kewajiban dalam urusan agamanya. Hak suami diatas hak siapapun setelah hak Allah dan Rasul-Nya, termasuk hak kedua orang tua. Mentaatinya dalam perkara yang baik menjadi tanggungjawab terpenting seorang istri.

Baca lebih lanjut

Iklan

MESKIPUN BERTENGKAR, JANGAN UCAPKAN 3 HAL INI PADA PASANGAN HIDUP ANDA

Kehidupan suami istri dalam sebuah keluarga bukanlah kehidupan surga yang hanya berisi kenikmatan dan suka cita. Seromantis apapun suami istri, sesakinah apapun keluarga, suatu saat pasti ada masalahnya. Kadang suami istri berselisih dalam satu hal, atau ‘bertengkar’.

Perselisihan atau ‘pertengkaran’ yang sesekali terjadi pada suami istri bukanlah hal yang fatal. Sepanjang bisa mengendalikan diri dan mengontrol kata-kata. Nah, agar perselisihan atau ‘pertengkaran’ tidak berkepanjangan, tidak membawa luka mendalam serta tidak merusak hubungan cinta dan kasih sayang, suami istri perlu menghindari tiga ucapan ini:

Baca lebih lanjut

Sejarah Kelender Tahun Hijriah

imageMasyarakat Arab sejak masa silam, sebelum kedatangan Islam, telah menggunakan kalender qamariyah (kalender berdasarkan peredaran bulan). Mereka sepakat tanggal 1 ditandai dengan kehadiran hilal. Mereka juga menetapkan nama bulan sebagaimana yang kita kenal. Mereka mengenal bulan Dzulhijah sebagai bulan haji, mereka kenal bulan Rajab, Ramadhan, Syawal, Safar, dan bulan-bulan lainnya. Bahkan mereka juga menetapkan adanya 4 bulan suci: Dzulqa’dah, Dzulhijah, Shafar Awal (Muharam), dan Rajab. Selama 4 bulan suci ini, mereka sama sekali tidak boleh melakukan peperangan.

Baca lebih lanjut

Obat Penyakit

Rasulullah mensabdakan, segala penyakit pasti ada obatnya. Karena itu beliau menganjurkan umatnya untuk berobat. Selain itu, beliau juga mengajarkan doa-doa khusus untuk sakit tertentu.

Jika sakit yang diderita umatnya hanya terasa di bagian tubuh tertentu -misalnya kepala (semacam migrain), dada (jantung atau paru-paru), perut (mag)- beliau mengajarkan doa dan cara sebagai berikut:

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ. ثَلاَثًا. وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Baca lebih lanjut

Jangan Ribut !

Jangan RibutDi sebuah masjid, tiba-tiba berdirilah seorang bapak tua dengan penuh keseriusan memberikan petuahnya yang bermanfaat. Pasalnya, bapak tua ini sudah muak melihat tingkah dan pola anak-anak kecil yang suka berbuat gaduh dan keributan di dalam masjid sehingga para jama’ah masjid terganggu dalam beribadah dan berdzikir kepada Allah -Azza wa Jalla-; para jama’ah muak dan tak betah dibuatnya. Mestinya masjid adalah tempat mencari ketenangan tapi malah menjadi arena, stadion, dan pasar yang di dalamnya penuh dengan suara berisik, gaduh dan ribut.

Ini adalah salah satu fakta nyata yang kita temukan di lapangan; seringnya kita menemukan masjid-masjid yang diramaikan oleh jama’ah, akan tetapi ke-khusyu’-an tak ditemukan di dalamnya, akibat ulah dan tingkah bocah kecil yang tak terdidik oleh orang tua dan masyarakatnya. Bocah-bocah cilik ini dibiarkan berbuat ribut dan berlari atau berteriak di rumah-rumah Allah (masjid-masjid), dengan penuh kebebasan, tanpa ada teguran sedikitpun, kecuali dari sebagian jama’ah yang peduli, seperti bapak tua tadi.
Baca lebih lanjut

Pelajaran penting dalam Kematian

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan”. (QS. Al-Ankabut, 29:57).

Kematian bukanlah bencana yang harus dilupakan, melainkan pelajaran yang penting yang mengajarkan manusia kepada arti hidup yang sebenarnya. Dengan demikian, kematian seharusnya menjadi bahan pemikiran yang mendalam. Seorang muslim akan benar-benar merenungi kenyataan penting ini dengan kesungguhan dan kearifan. Mengapa semua manusia hidup pada masa tertentu dan kemudian mati?
Baca lebih lanjut

Renungan Menghadapi Kematian

“Seandainya kematian merupakan tempat peristirahatan yang tenang dari seluruh keluh kesah hidup manusia di dunia… niscaya kematian merupakan suatu kabar gembira yang dinanti-natikan bagi setiap insan… Akan tetapi kenyataannya berbeda… setelah kematian itu ada pertanggung jawaban dan ada kehidupan…”

Kematian Adalah Kepastian

Betapa banyak berita kematian yang sampai di telinga kita, mungkin mengkhabarkan bahwa tetangga kita, kerabat kita, saudara kita atau teman kita telah meninggal dunia, menghadap Allah Ta’ala. Akan tetapi betapa sedikit dari diri kita yang mampu mengambil pelajaran dari kenyataan tersebut. Saudaraku, kita tidak memungkiri bahwa datangnya kematian itu adalah pasti. Tidak ada manusia yang hidup abadi. Realita telah membuktikannya. Allah Ta’ala telah berfirman.
Baca lebih lanjut